Sabtu, 10 November 2012

bolehkah jerit tangis qu ini meluap...


aku tak tau harus memanggil siapa?
edisaat tubuh mungil qu terhempas disudut jendela tak berkacaa,,
dsaat hati qu juga tak punya hasrat melihat dunia kebhgian ku yang mulai redup kebahgian
redupannya kini kian semakin pudar tak tersisa lagi
aku hanya bisa menhan napas dalam
aku hanya bisa tertunduk lemah seakaan aku tak lagi bernyawa
tak mampu memang..aku sungguh tak mampu apa2 lagi..selain jeritan air mata yang mulai deras membasahi liku pipikarna aqu tak bisa lagi ungkap kan apa-apa
hasrat jiwa ini benar2 tak tau andai apa yg akan terjadii
smwa kan kelak mnghancurjan persaan hati qu
q hanya bisa membara d atas gelombang pahitnya damai hiduppahit yg q sertai jerit tangis q
dan sejenak aqu luangkan waktu ntuk mncoba brfikir dan berfikirr
smwa ini apa?
hati kecil q hanya bisa mengis lah mengis lah
keluarkan jeritanmu shingga meluap bgaikan meluapnya kesabaran mu saat ini
hanya bisa termenung batin qu menerimaa
qu lihat jembatan kebhgian tlah mnjeputkan dengan berjuta2 senyuman manis itu
tapi kaki ku tak berdya ingin bgkit kesana
aku masih menangisi smwa hasrat beban qu.

aqu tak bisa..
angan-angan q kni sejenak berputar ntuk abaikan kebencian qu..
mgkinkah aku bsa mnggapai jembatan kebhgian qu..
ku buka mata qu.

seakan2 saat itu matahari menjadi saksi dari bangkitnya aku dlam pedih hdup ku..
smwa trsa damai saat itu..
smwa seakan memberhentingan jeritan tangis q yag tadi kian memecahkan seluk2 beluk kehidupan qu..
angin damai menjemput seakan berkata "SEMANGAT LAH semua kan baik-baik saja"aku seraya menyimpan d lubuk hatii
aku bangkit walau sedikit menetekan air mata

Tidak ada komentar:

Posting Komentar