Sabtu, 10 November 2012

Jika senyuman tlah bernafsukan dendam

Oleh : Vella Vista

Jika jemari telah tersentuh bayangan kosong

Suram menerpa , tangis duka menjerat

Memang sungguh bebann jika sudah ternafsukan

Dikala senyuman telah dibuai dendam tak berarti



Nyawa seakan ingin menepuk dibalik senyumku

Seakan menebarkan rasa gunda, hancur tak berbekas

Kicauan burung sejenak hilang dalam lamunanku

Sejenak hilangkan senyuman nafsu dilekuk bibir ku



Si suci ini mengalir deras bak menghantamkan keluh didalam dada

Seakan terpuruk terhantam nyanyian gelombang

Ia menyuruhku berdiri dari kejatuhan kepasrahanku

Menuai dendam dikala senyum ini tak berarti lagi



Tak tentu paras kian menemaniku

Merona amarah hantamkan nyawamu

Seakan hidup telah mengelabui masa kedendamanku

Hasrat kebahagiaan mulai hilang bertubi lenyap



Betapa raga berkeping hancurdi kejauhan mataku

Menepuk halus aroma kemarhanku diam-diam menyusup kalbu

Aku takhiraukan kicauanmu berdendang dilamunan panjangku

Apa dayaku jika dirimu dibenarkan dalam benakmu

Di indahkan dalam kaidah mu



Aku hanya bisa tersenyum dibalik jeruji senyuman itu

Mendayakan pikiranku sejenak bangkit dari kejauhannya

Ia sang langit suram dimata hati

Ia sang rembulan kelam dihasrat jiwa



Biarkan gelombang mengayunkan pesona kehidupanku

Tatkala aku menuai kepastian hidup bersuka ria

Mengkaidakan gerakan jejak kaki di depan sang mentari

Berdiam sejenak bahwa aku satu-satunya pelipur di kehidupanku

Berdiam sejenak kedendaman ini menuai senyuman manis dikeabadianku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar