Sabtu, 10 November 2012

Kerinduan Memikat Kalbu

Oleh: Vella Vista

Tangan menadah menuai duka pilu tak bernyawa

Menuai tangis kehilangan menerpa digelap malam

Aku berhenti sejenak tersenyum dibalik kalbu kerinduanku

Mengenang peluk sang wanita dimasa lalu, seakan menjadi bintang dikala malamku



Aku termenung, aku terbuai lamunan manjaku

Seakan merobek kalbu jiwa yang rentan kian retak

Apadaya kaki terinjak buai kenangan dimasa lalu

Terinjak damai kasih bercintamu duhai ibu



Tatkala aku bagaikan terhempas gelombang duka

Seakan membara dalam kerumunan hasrat jiwa

Hasrat yang kini kian tak mengenal suka bercinta

Hanya air suci mengalir deras dengan sebongkah do’a pilu kepahitan ibu..



Tersayat jelas dalam duka embunan tangis

Adinda tersimpuh menatap awan gelap malam

Menatap kosong harapan suka duka dikala masa

Tercurah sudah mengenai lantai tak berbekas





Berilah damai hasrat jiwamu ibu

Tatkala berikan aku kehangatan walau sejenak tak bias tersentuh buai

Seakan temanilah aku dalam kesendirianku

Tertetes hujan embunan menyayat suka



Malam ini aku ucapkan sejenak keikhlasanku

Sejenak do’akan kebahagian mu dialam baqa

Sejenak deraian air suci ini membunuh hasrat jiwa ku

Sejenak memejamkan mata menimpikan kehadiranmu kelak menjadi anugerah



Jadukanlah tangisku sebagai pelindung jiwamu

Walau tak bersua dalam nyawa namun kita 1 jiwa

Tak akan luput do’a kerinduan ku panjatkan

Demi pelipur jiwa dalam hasrat embunan cahaya abadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar